Kumpulan Puisi Karya Taufiq Ismail

Koleksi Puisi dari Taufiq Ismail | Addwin Net | Kumpulan Puisi Karya Taufiq Ismail | Puisi Indah yang akan Addwin Net berikan dikesempatan kali ini untuk anda semua yang sangat teropsesi dan fans banget sama sosok Taufiq Ismail. Taufiq Ismail adalah salah satu penyair terkenal di Indonesia, salah satu karya kumpulain puisi Taufiq ismail yang terkenal adalah Malu Aku Jadi Orang Indonesia

Namun yang akan kita bahas pada tulisan ini bukanlah karya kontroversial tersebut namum sebuah antologi puisi Taufik Ismail yang berjudul SAJAK LADANG JAGUNG. Taufiq ismail yang pernah pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963. Pada tahun 1971--1972 dan 1991--1992 ia mengikuti International Writing Program menulis antologi ini dan dicetak pertama kali pada 1973, sudah lama namun puis-puisinya masih hangat sampai sekrang.

Dalam kumpulan puisi ini lelaki yang pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964) cukup lihai dalam bermain kata-kata.



Data Buku Kumpulan Puisi
Judul : Sajak Ladang Jagung
Penulis : Taufiq Ismail
Penerbit: Pustaka Jaya, Jakarta
Percetakan : PT. Bumi Restu, Jakarta
Cetakan : II, Januari 1975 (Cet. I. diterbitkan Budaja Djaja, Juni 1973)
Gambar jilid : A. Wakidjan
Tebal : 70 halaman (37 puisi)

Berikut beberapa koleksi puisi karya Taufiq Ismail seperti dibawah ini:

PANTUN TERANG BULAN DI MIDWEST


Sebuah bulan sempurna
Bersinar agak merah
Lingkarannya di sana
Awan menggaris bawah

Sungai Mississippi
Lebar dan keruh
Bunyi-bunyi sepi
Amat gemuruh

Ladang-ladang jagung
Rawa-rawa dukana
Serangga mendengung
Sampaikah suara

Cuaca musim gugur
Bukit membisu
Asap yang hancur
Biru abu-abu

Danau yang di sana
Seribu burung belibis
Lereng pohon pina
Angin pun gerimis

1971

DI TELUK IKAN PUTIH


Di Teluk Ikan Putih, telah terjangkar jasmaniku di pelabuhannya
Pada kapal-kapal yang masuk dan tertambat sehari-hari
Anak-anak camar bertebar atas arus melancar
Dan perbukitan dandan perlente pina-pina berduri

Di Teluk Ikan Putih menutup siang musim semi panjang
Pada langitnya keruh asap, bayang bangunan dan baja
Di perut kota bangkitlah malam sambil melenggang
Dan dermaganya hening lelap, berlelehan keristal kaca

Selamat jalan, malam-malam putih berhujan kapas
Lewati perairan alim dengan pipinya dingin
Masih ada yang berlinangan di sela gugusan karang
Ngenangkan musim mengandung belati dalam angin
Jabatlah teluk kami, persinggahan di tahun datang.

1957

TAMAN DI TENGAH PULAU KARANG


Di tengah Manhattan menjelang musim gugur
Dalam kepungan rimba baja, pucuknya dalam awan
Engkau terlalu bersendiri dengan danau kecilmu
Dan perlahan melepas hijau daunan

Bebangku panjang dan hitam, lusuh dan retak
Seorang lelaki tua duduk menyebar
Remah roti. Sementara itu berkelepak
Burung-burung merpati

Di lingir Manhattan bergelegar pengorek karang
Merpati pun kaget beterbangan
Suara mekanik dan racun rimba baja
Menjajarkan pohon-pohon duka

Musim panas terengah melepas napas
Pepohonan meratapinya dengan geletar ranting
Orang tua itu berkemas dan tersaruk pergi
Badai pun memutar daunan dalam kerucut
Makin meninggi.

1963

TREM BERKLENENGAN DI KOTA SAN FRANCISCO

Pagimu yang cerah, San Francisco, sampai padaku di atas bukit itu, lautmu bagai bubur agar-agar, uap air di langitmu mencecerkan serbuk kabut seperti tepung nilon dan terjela-jela sepanjang jembatan raksasamu tepat seperti kartu pos bergambar yang pernah kubeli di kedai Hindustan duapuluh empat tahun yang silam di Geylang Road ketika aku masih bercelana pendek dan asyik menghafalkan nama-nama hebat dengan huruf-huruf c, v, x, dan y pada pelajaran ilmu bumi di Sekolah Rakyat partikelir.

Matahari terlalu gembira menyinari bukit-bukitmu. Bukit-bukit yang ditumbuhi rumah-rumah Eropah, Meksiko, Habsyi dan Cina, bercat putih beratap merah tua dengan bunga-bungaan yang mekar karena persekutuan akrab dengan musim semi bagai tak kunjung habisnya. Debu segan padamu. Kotoran mekanika dan asam arang kauserahkan sepenuhnya pada Los Angeles si buruk muka. Dia cemburu padamu.

Pasar buah dan rempah-rempah. Trem berklenengan dan meluncur gila pada penurunan bukit-bukit sama-kaki yang sempit. Sebuah peti cat meledak di udara dan warna-warna pun dibagi-bagi pada deretan bangunan dinding trem kota, tulang jembatan, atap, pintu dan jendela. Angin mengeringkannya dan mengaduknya dengan aroma daun-daun perladangan jeruk serta uap perairan dermaga lalu dikibas-kibaskan oleh sayap kawanan burung camar mengatasi muara lautan.

Percintaan bulan dengan lekuk-lekuk tubuhmu semacam percintaan anak-anak muda yang garang kemudian dilukiskan oleh pelukis-pelukis kubistis. Emas yang diburu-buru abad yang lalu dilambangkan dalam cahaya natrium, amat geometris, lewat tingkap-tingkap dan pipa-pipa kaca, simetris dan tidak simetris. Kapal-kapal angkat jangkar.

Di ujung meja panjang terbuat dari kayu mahoni pada suatu bar dekat Market Street seorang tua berambut putih berkumis putih berjanggut putih duduk di atas kursi plastik yang bentuknya seperti bom waktu. “Aku tidak dengar Amerika menyanyi lagi” ujarnya. Pelayan bar memberinya segelas bir.

Amerika tidak menyanyi lagi.
Amerika mengerang.

Di atas bar kayu mahoni berlapis formika hampir biru muda, padang-padang Texas dilipat ke tengah, New York berhamburan ke dalam Grand Canyon, Niagara mengental, California tergulung-gulung. Walt Whitman memeras Amerika bagai sehelai karbon bekas, dan si tua itu menuangkan bir Milwaukee berbusa ke atasnya.

Amerika mengeluarkan bunyi kerupuk kentang kering.
Yang dikunyah lambat-lambat.

Camar-camar teluk San Francisco melayang di atas kedai-kedai bunga tulip, menelisik jaringan kawat trem-trem yang berkenengan dan buang air tepat di atas kantor asuransi.

Selamat jalan c
Selamat jalan v
Selamat jalan x
Selamat jalan y
Selamat jalan.

1972

Demikian beberapa koleksi yang bisa Addwin Net berikan dikesempatan kali ini untuk anda semua tentang  Puisi Indah Karya Taufiq Ismail. Semoga beberapa list puisi diatas dapat bermanfaat untuk anda semua dan semoga berguna. Terima kasih atas kunjungannya di web saya Addwin Net.

Baca Juga: Puisi Karya Chairil Anwar Lengkap



Terima kasih telah menyimak artikel tentang Kumpulan Puisi Karya Taufiq Ismail dan bila anda berminat silahkan berkomentar dengan bijak dan bila ingin copy paste artikel Kumpulan Puisi Karya Taufiq Ismail maka copy paste lah dan bagi anda yang mencantumkan sumber saat melakukan copy paste artikel ini tentu saya ucapkan terima kasih. Semoga dapat bermanfaat walau artikel ini kurang sempurna :) Salam Blogger.
BANNER BUNDAPOKER.COM
Share on :

Poskan Komentar

 
Design Edited: Addwin Net

Addwin Net


Proudly powered by Blogger